Wednesday, 1 February 2012

Lezatnya Rupiah Dari Lele Sangkuriang


Lezatnya Rupiah Dari Lele Sangkuriang


Postingan ini sebenarnya terinspirasi dari tetangga sebelah yang sedang membudidaya lele. Kita tahu bahwa lele merupakan ikan yang mempunyai labirin di sitem pernafasannya (kalau tidak salah) sehingga dapat hidup di tempat yang minim oksigen, berlumpur dan sedikit air. Jadi ketika saya melihat tetangga saya memelihara lele di sebuah kolam buatan, saya tidak heran karena lele adalah ikan yang kuat di daerah sedikit air seperti di daerah saya ini. Namun yang agak janggal adalah kolam untuk pemeliharaan lele tersebut dibuat dari terpal yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kubangan kolam. Panen ikannya pun terbilang cepat antara 2-3 bulan. Selain itu, katanya keuntungan yang dihasilkan pun lumayan besar. Nah, setelah bertanya-tanya, ternyata ikan lele yang sedang booming dipelihara di Sukabumi ini bernama ikan lele Sangkuriang. Mau tau kisah selengkapnya, mau tau (versi ustadz Maulana Jamaah oh jamaah TransTV), cekibrot !!!  
A. Sekilas Tentang Lele Sangkuriang

Karena saya bukan pakar lele sangkuriang, jadi informasi di bawah ini saya copas dari web yang membahas lele Sangkuriang (web dicantumkan di bawah). 

Legenda Sangkuriang kini telah diabadikan menjadi spesies ikan lele. Jenis ikan yang diperkirakan mampu bertahan dari berbagai virus ternyata mampu menembus pasaran dunia. Persilangan genetika induk betina dengan jantan ke enam ternyata mampu menghasilkan benih ikan lele unggulan. Dari persilangan itulah, maka ikan lele jenis ini kerap disebut ikan Lele Sangkuriang.

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele “Sangkuriang”.

Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, lele sangkuriang dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. 
 
Kajian singkat mengenai  lele sangkuriang dapat dilihat di Lele Sangkuriang Pdf BBPBAT Sukabumi atau http://febrianhadinata87.multiply.com

Ketika membahas mengenai lele Sangkuriang, maka kita tidak akan terpisah dari kampung Sawah sebagai daerah sentra pembenihan lele Sangkuriang di Sukabumi. Berikut 'kisah' lele Sangkuriang di Kampung Sawah dan BBPBAT.    

  • Saat ini, di Kampung Sawah ada sekitar 30 pembudidaya lele. Tapi, beberapa di antaranya merupakan investor yang menjalin kerjasama dengan penduduk lokal untuk mengelola kolam lele.
  • Menurut Didin Sudrajat, peternak lele di Kampung Sawah sejak empat tahun lalu, sentra ini hanya menjual benih lele sangkuriang. Alasannya, lele jenis ini lebih cepat besar dan tahan penyakit dibandingkan dengan lele lainnya.
  • Yeyep yang dulunya seorang sopir bercerita, ketika pertama kali terjun di bisnis ini, ia hanya coba-coba saja. Tetapi, dia berhasil mengawinkan lele sangkuriang secara alami. Berawal dari situ, Yeyep pun mulai serius menekuni usaha budidaya lele ini. Kala itu, baru ada tiga orang, termasuk Yeyep, yang menggeluti usaha ini. Mereka menggunakan perlengkapan seadanya, seperti plastik transparan dan terpal.
  • Lantaran masih coba-coba, hasilnya pun kurang menggembirakan. Namun, usaha ini menarik perhatian Ibeng, warga setempat yang kebetulan juga pegawai Pusat Penelitian Air tawar  (PPAT). Padahal, di PPAT biasanya budidaya lele dilakukan lewat injeksi.
  • Setelah mengetahui potensi budidaya lele sangkuriang, Ibeng lalu merekomendasikan penyuluhan dan bimbingan pemeliharaan lele di Kampung Sawah. Ia mengajak pemuda yang masih menganggur untuk ikut membudidayakan lele. Sayang, hanya ada empat pemuda yang tertarik. Lalu, Ibeng memberi mereka induk lele sangkuriang.
  • Dengan pengelolaan yang benar, seperti penggunaan terpal dan pengaturan jumlah air yang tepat, induk lele ini mampu menghasilkan benih 10.000 hingga 20.000 ekor per kolam berukuran 4x8 m. Mereka pun mulai menjual benih lele ini.
  • Setelah mengetahui budidaya lele menguntungkan, banyak orang yang terjun ke usaha ini. Ikhsan Muluk, salah satunya. Asal tahu saja, sebelum terjun di usaha penjualan benih lele, ia bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel. Ikhsan pun mengubah haluan usaha menjadi peternak ikan berkumis ini. Dengan usaha barunya itu, ia bisa meraih omzet hingga Rp 1 juta seminggu.
  • Kini, selain menjual benih lele di Kampung Sawah, beberapa peternak sudah merambah ke daerah Serang, Bogor, dan Cianjur. Bahkan, ada yang mampu menjual benih hingga Lampung, Kalimantan, dan Batam.

B. Keunggulan Lele Sangkuriang
Jenis ikan lele dari hasil penangkaran Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT) Sukabumi ternyata lebih menguntungkan para peternak. Beberapa keunggulannya adalah : 
  • Perkembangan lele ini lebih cepat dibandingkan jenis ikan lainnya. Para petani bisa memanen ikan lele dalam usia dua bulan.
  • Lele Sangkuriang diyakini mampu bertahan hidup dari serangan virus. Penyakit yang kerap membayang-bayangi usaha para petani selalu menjadi problematikan usahanya.
Jenis ikan lele Sangkuriang ini lebih tahan penyakit. Karena itu petani mulai melirik mengembangkanbiakan jenis lele Sangkuriang di kolam-kolamnya. Para petani yang sebelum kerap dikesalkan dengan penyakit dan jamur mulai serius memelihara Sangkuriang untuk mengembangkan usahanya,” kata Ahmad Jauhar ketua kelompok Ikan Balai Budi Daya Air Tawar kepada “PRLM”, Sabtu (31/1).
  • Lele Sangkuriang memiliki ukuran lebih besar dibandingkan jenis lele lainnya
  • Kelezatan ikan lele Sangkuriang jauh  lebih gurih dan dagingnya lebih tebal dibandingkan jenis ikan lainnya,walaupun bentuk ikan lele sejenis dengan lele dumbo. 
  • Lele sangkuriang dapat dipijahkan sepanjang tahun, fekunditas telur yang tinggi dan dapat hidup pada kondisi air yang marjinal dan efisiensi terhadap pakan yang tinggi.
  • Sarana yang dibutuhkan untuk pemeliharaan lele Sangkuriang relatif mudah dan tidak harus di tempat yang memiliki banyak air.
Walaupun memiliki banyak keunggulan, pembudidaya lele Sangkuriang harus tetap intens meninjau perkembangan lele peliharaannya, merawat lingkungan kolam seperti faktor cuaca, Ph air (tingkat keasaman) dan penyakit lain yang dapat menimpa lele Sangkuriang. Bagi para peminat pemula, sebaiknya Anda mengikuti pelatihan-pelatihan budidaya yang diselenggarkan oleh beberapa pihak seperti Persatuan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) tiap wilayah tau bermitra dengan peternak yang sudah sukses.

C. Tempat Penjualan Benih Lele Sangkuriang
Untuk mencari benih lele untuk beternak, silakan datang ke Kampung Sawah, Sukabumi Jawa Barat. Sentra yang telah ada sejak enam tahun lalu ini menjadi buruan peternak lele dari pelbagai daerah. Namun, sentra ini hanya menyediakan benih lele sangkuriang yang lebih cepat besar dan tahan bermacam penyakit (
tidak ada ikan lele jenis lain). Letak sentra benih lele Kampung Sawah tak jauh dari Pusat Pembenihan Ikan Air Tawar (PPIAT). Lokasinya berada di daerah perbukitan dengan jalan masuk yang belum beraspal. Tak heran, saat musim hujan, jalanan ini berlumpur.

Harga benih lele tergantung ukurannya. Benih berumur 20 hari dengan ukuran 2-3 cm, dijual seharga Rp 30 per ekor. Sedangkan, benih lele dengan umur sebulan dan memiliki ukuran 3-5 cm, dilego seharga Rp 60. Benih yang sudah berumur 48 hari, dengan ukuran 5-7 cm dibanderol Rp 110.  Hati-hati penipuan!!!

Atau dapat bertanya langsung ke Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Di Balai ini indukan yang disediakan tidak hanya ikan lele Sangkuriang, namun ada juga indukan komoditi lain seperti Nila, gurame, patin siam, patin jambal, mas, baung, kolan, mola, kodok dll :

Alamat BBPBAT Sukabumi

  
Rute Perjalanan menuju BBPBAT Sukabumi
  • dari Jakarta:
Bandara Soekarno Hatta : Bus DAMRI jurusan Bandara – Bogor
Terminal Bus Rambutan : Bus Umum jurusan Rambutan – Sukabumi
  • dari Bogor:
Terminal Baranang Siang : Minibus jurusan Bogor – Sukabumi (turun di terminal Degung Sukabumi); atau Colt L300 jurusan Sukabumi (turun Gedung Juang/GOR Sukabumi)
  • dari Bandung
Terminal Leuwipanjang atau Cicaheum: Bus Umum jurusan Bandung – Sukabumi
  • Setelah sampai di Kota Sukabumi perjalanan dilanjutkan dengan angkutan dalam kota
  1. dari Terminal Degung Sukabumi : angkutan kota no 08 (jurusan Cisaat – Yogya) atau no 14 (jurusan Bayangkara), turun di depan Yogya Dept Store,
  2. dari Yogya Dept Store: angkutan kota no 10 (jurusan Yogya – Selabintana), turun depan kantor.

http://febrianhadinata87.multiply.com/journal/item/2?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem www.ppnsi.org dan blog cicurug