Thursday, 19 July 2012

International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2012.


International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2012


Pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Dua siswa SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah, Zihramma Afdi dan Hermawan Maulana, mengharumkan nama bangsa dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand, 28–30 Juni 2012.

Mereka menyabet medali emas melalui alat yang mereka ciptakan,Thunder Box (T-Box), yang berfungsi untuk mengurai asap rokok.

Melalui alat tersebut, kandungan-kandungan atau zat berbahaya dalam asap rokok dapat direduksi. Alat ini dapat difungsikan guna melengkapi ruang khusus untuk merokok (smoking room). Zihrama Afdi menuturkan, T-Box mampu menyerap gas karbon dioksida (CO2) yang ada pada smoking room, kemudian menguraikannya menjadi karbon dan oksigen. Dari hasil penguraian tersebut, untuk karbonnya dapat dimanfaatkan lagi, sedangkan oksigen yang dihasilkan dapat dialirkan kembali ke dalam smoking room.

“Sehingga dapat membuat udara di dalam ruangan tetap segar,” ujarnya di Semarang kemarin. Ide pembuatan T-Box diperoleh dari pengamatan sederhana. Kedua siswa tersebut melihat banyak perokok yang enggan menggunakan smoking room, tetapi lebih memilih merokok di tempat umum. Dari pengamatan diketahui, para perokok tidak memanfaatkan smoking room lantaran kondisi ruangan itu yang kurang nyaman.

Selain sempit, asap rokok di dalam smoking room yang tidak terurai membuat ruangan itu penuh asap. “Akhirnya mereka kan enggan merokok di dalam smoking room dan kembali ke tempat umum sehingga asapnya justru mengganggu masyarakat lain yang bukan perokok. Agar para perokok tetap nyaman di dalam smoking room dan tidak terganggu dengan asap yang mereka hasilkan sendiri,kami mencari jalan lain denganT-Box ini,” katanya.

Alat yang semula mereka kerjakan pada saat science camp di SMAN 3 Semarang itu kemudian diikutkan pada lomba yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pada lomba tersebut, karya mereka hanya masuk level finalis saja. Alat itu kemudian mereka perbaharui dengan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada. “Oleh pihak LIPI kami kemudian diminta untuk mengikuti ajang IEYI. Mereka beralasan, proyek yang kami miliki sesuai dengan tema lingkungan IEYI. Kami terus menyempurnakan proyek kami dan akhirnya ikut,” bebernya.

Saat mengikuti IEYI, mereka sempat pesimistis lantaran harus berhadapan dengan tim-tim dari negara-negara lain yang berjumlah 206 tim. Apalagi mereka menghadapi tim dari negara-negara yang sudah terkenal kemajuan teknologinya seperti Jepang. “Namun, setelah kami pikir-pikir, tidak ada gunanya pesimistis, pokoknya percaya diri saja dengan proyek yang sudah kami buat dan ikutkan ini,” imbuh Hermawan. Tak disangka, proyek yang mereka ikutkan akhirnya berhasil menyabet emas.

Kedua siswa tersebut bertekad terus menyempurnakan T-Box. “Kami juga berharap T-Box ini nanti dapat dipatenkan. Kami berharap dapat terus menuntut pendidikan setinggi-tingginya. Syukursyukur kami bisa dapat beasiswa,”katanya.

Kepala SMAN 3 Semarang Hari Waluyo bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Dia berharap keduanya dapat memberikan inspirasi kepada siswa-siswa lain di SMAN 3 Semarang untuk menciptakan karya-karya baru yang bermanfaat bagi masyarakat kelak.

“Kami mengucapkan selamat kepada kedua siswa kami yang sudah berprestasi tersebut,” imbuhnya. Dalam ajang IEYI di Bangkok, Thailand,28–30 Juni 2012, selain dua siswa SMAN 3 Semarang, emas juga dipersembahkan pelajar dari Jawa Timur. Linus Nara Pradhana, 13, siswa kelas I SMP Kristen Petra, Surabaya, meraih emas dengan temuannya helm berpendingin air (watercoated helmet). Helm yang diberi nama Naravation itu memilik daya serap sekitar 21% di mana pendinginnya tak perlu diganti asal menggunakan air yang bagus.

Di samping itu, helm tersebut menggunakan gel jenis sodium polyacrylate yang memiliki daya resap air cukup tinggi sehingga mampu meminimalkan panas karena terik matahari. Karya Nara–begitu dia biasa disapa–juga telah dipatenkan setahun lalu dengan nomor paten S00E01100236. Saat penjurian, Nara mampu menjelaskan helm ciptaannya menggunakan bahasa Inggris yang fasih.

Ruang Merokok Harusnya Justru Dibuat Tidak Nyaman


Di beberapa tempat, ruang merokok justru lebih nyaman karena dilengkapi dengan sofa dan berbagai jenis buku bacaan. Bagi kalangan aktivis anti rokok, ruang merokok yang terlalu nyaman akan membuat perokok makin malas untuk meninggalkan kebiasaan tidak sehatnya tersebut.

Keberadaan ruang merokok yang terlalu nyaman juga terkesan memanjakan para perokok. Seolah-olah hanya dengan menjadi perokok, sesorang berhak mendapat fasilitas senyaman dan sebagus itu.

"Penyediaan ruang merokok merupakan disinsentif bagi perokok. Bukan penghargaan bagi perokok," kata Hakim Samudra Pohan, aktivis anti rokok yang hadir dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Terkait Konsumsi Tembakau yang digelar Kementerian Kesehatan di Hotel Park Lane, Senin (2/7/2012).

Hakim membandingkan penyediaan ruang merokok dengan tempat parkir di beberapa negara. Di banyak negara, tempat parkir justru dibuat tidak terlalu nyaman dengan harapan para pengendara akan beralih dari kendaraan pribadi ke fasilitas transportasi publik agar lebih ramah lingkungan.

Demikian juga dengan ruang merokok, kalau terlalu nyaman maka para perokok tidak akan semakin sulit menemukan motivasi untuk berhenti merokok. Seharusnya jika ruang merokoknya tidak nyaman dan susah diakses, maka diharapkan orang-orang akan semakin malas untuk merokok karena perjuangannya mencari tempat merokok tidak sebanding dengan manfaatnya.

Belakangan para aktivis anti merokok sedang getol-getolnya menentang keberadaan ruang merokok. Kalaupun mau disediakan tempat khusus untuk merokok, maka lokasinya harus berada di tempat terbuka dan terpisah dari gedung.

Menurut para ahli lingkungan, ruangan khusus merokok yang berada di dalam gedung tidak pernah bisa benar-benar mengisolasi asap rokok. Celah sekecil apapun tetap bisa dilalui oleh partikel-partikel racun dalam asap rokok, sehingga masih bisa meracuni udara di dalam gedung dan terhirup oleh orang-orang di luar ruang merokok.

Sindo dan detik