Friday, 25 November 2011

A Little Story About SEA Games

SEJARAH SEA GAMES


     Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (Southeast Asian Games) atau biasa disingkat SEA Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games dibawah naungan Federasi Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

     Asal-usul SEA Games berhubungan erat dengan Southeast Asian Peninsular Games atau SEAP Games. SEAP Games dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, pada saat itu Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuannya adalah untuk mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan ASEAN.

     Sejak 1959 hingga 1973, jumlah peserta SEAP Games sebanyak tujuh negara. Mereka adalah Thailand, Myanmar, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos dan Kamboja. Mereka setuju untuk mengadakan ajang ini dua tahun sekali. Selain itu dibentuk juga Komite Federasi SEAP Games.

     SEAP Games pertama diadakan di Bangkok dari 12 sampai 17 Desember 1959, diikuti oleh lebih dari 527 atlet dan panitia dari Thailand, Burma, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Laos yang berlaga dalam 12 cabang olahraga. Berikut ini tabel penyelenggaraan SEAP Games dari masa ke masa.

Southeast Asian Peninsular Games
Tahun
Acara
Tuan rumah
Negara
Juara Umum
1959
I
Bangkok
 Thailand
 Thailand
1961
II
Rangoon
 Burma
 Burma
1963
dibatalkan
Phnom Penh
 Kamboja
 Thailand
1965
III
Kuala Lumpur
 Malaysia
 Thailand
1967
IV
Bangkok
 Thailand
 Thailand
1969
V
Rangoon
 Burma
 Burma
1971
VI
Kuala Lumpur
 Malaysia
 Thailand
1973
VII
Singapura
 Singapura
 Thailand
1975
VIII
Bangkok
 Thailand
 Thailand

     Ada yang unik dalam penentuan tuan rumah South East Asis Peninsular Games (SEAP Games). Penentuan tuan rumah SEAP Games didasarkan pada abjad negara peserta. Muangthai (Thailand) bersama Burma (Myanmar) , Laos, Malaysia dan Singapura menggelar pertemuan yang menghasilkan ide penyelenggaraan SEAP Games. Sebagai negara pemrakarsa, Muangthai diberi kehormatan sebagai tuan rumah SEAP Games pertama pada 1959. Muangthai atau Thailand saat itu keluar sebagai juara umum dengan 35 emas.

     Setelah itu, negara penyelenggara SEAP Games diatur secara bergilir sesuai urutan abjad. Burma, yang namanya memiliki awalan huruf B, menjadi tuan rumah SEAP Games 1961. Cambodia (Kamboja) dua tahun kemudian menjadi tuan rumah berikutnya, tapi dibatalkan karena tidak siap. Pada 1963, giliran Malaysia yang menjadi tuan rumah. Singapura mulai ikut gabung dengan menjadi tuan rumah SEA Games 1973 setelah Malaysia pada 1971.

     Pada SEAP Games VIII tahun 1975, Federasi SEAP mempertimbangkan masuknya Indonesia dan Filipina. Kedua negara ini masuk secara resmi pada 1977 dan pada tahun yang sama SEAP Games berganti nama menjadi Southeast Asian Games (SEA Games) atas usul Indonesia. Brunei dimasukkan pada Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara X di Jakarta, Indonesia. Sedangkan Timor Leste dimasukkan pada Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara XXII di Hanoi, Vietnam. Berikut ini Tabel penyelenggaraan SEA Games dari masa ke masa.

Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara
Tahun
Acara
Tuan rumah
Negara
Juara umum
1977
IX
Kuala Lumpur
 Malaysia
 Indonesia
1979
X
Jakarta
 Indonesia
 Indonesia
1981
XI
Manila
 Filipina
 Indonesia
1983
XII
Singapura
 Singapura
 Indonesia
1985
XIII
Bangkok
 Thailand
 Thailand
1987
XIV
Jakarta
 Indonesia
 Indonesia
1989
XV
Kuala Lumpur
 Malaysia
 Indonesia
1991
XVI
Manila
 Filipina
 Indonesia
1993
XVII
Singapura
 Singapura
 Indonesia
1995
XVIII
Chiang Mai
 Thailand
 Thailand
1997
XIX
Jakarta
 Indonesia
 Indonesia
1999
XX
Bandar Seri Begawan
 Brunei
 Thailand
2001
XXI
Kuala Lumpur
 Malaysia
 Malaysia
2003
XXII
Hanoi
 Vietnam
 Vietnam
2005
XXIII
Manila
 Filipina
 Filipina
2007
XXIV
Nakhon Ratchasima
 Thailand
 Thailand
2009
XXV
Vientiane
 Laos
 Thailand
2011
XXVI
Jakarta - Palembang
 Indonesia
 Indonesia

     Dilihat dari tabel di atas, Indonesia sudah meraih sepuluh kali juara umum SEA Games. Sementara Thailand baru lima kali juara umum. Namun jika dijumlahkan dengan penyelenggaraan SEAP Games, Thailand sudah 12 kali menjadi juara umum.

     Sepanjang sejarah SEA Games ada masa-masa di mana tak ada satu negara pun bersedia menjadi tuan rumah. Situasi itu terjadi pada 1977. Gejala tersebut sudah terlihat ketika Thailand menjadi tuan rumah pada 1975. Walaupun SEAP Games yang beranggotakan tujuh negara yakni Thailand, Myanmar, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos dan Kamboja, namun hanya empat peserta  saja yang bersedia meramaikan SEAP Games 1975, yaitu Thailand, Singapura, Myanmar dan Malaysia.  Saat akan menggelar SEAP Games 1977, tidak ada dari empat negara tersebut yang bersedia menjadi tuan rumahnya. Kondisi itu menjadi ancaman bagi keberlangsungan pesta olahraga antar negara-negara semenanjung Asia Tenggara tersebut. Malaysia akhirnya bersedia menjadi tuan rumahnya. Nama SEAP Games pun diubah menjadi SEA Games atas usul Indonesia. Satu lagi adalah Indonesia untuk pertama kali ikut tampil dan langsung menjadi juara umum dengan perolehan 62 medali emas.

     Penyelenggaraan SEA Games dari tahun 2007 s.d.  2021 sudah ditentukan tempatnya. Oleh karena itu, penyelenggaraan SEA Games XXVI merupakan momen yang sangat baik untuk dipergunakan sebagai ajang promosi pariwisata dan kebangkitan prestasi olahraga nasional.

Tahun
Negara Penyelenggara
2007
 Thailand
2009
 Laos
2011
 Indonesia
2013
 Myanmar
2015
 Malaysia
2017
 Brunei Darussalam
2019
 Filipina
2021
 Timor Leste

      Maskot SEA GAMES XXVI adalah sepasang komodo yang diberi nama Modo-Modi. Komodo yang saat ini sudah termasuk kandidat tujuh keajaiban alam terbaru versi 7 Wonder Foundation di Swiss, dianggap pantas untuk menjadi simbol kekuatan dan keunikan Indonesia. Modo dan Modi ini memakai kain songket khas Palembang dan batik Indonesia.  

      SEA Games XXVI diselenggarakan di dua kota besar yaitu Palembang dan Jakarta. Event dua tahunan ini akan diikuti 11 negara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam) dan dimulai tanggal 11, bulan 11, tahun 2011 selama 11 hari. 

     Setelah berjuang habis-habisan, akhirnya kontingen Indonesia meraih juara umum SEA Games XXVI dengan perolehan medali emas sebanyak 182 medali, 151 medali perak dan 142 medali perunggu, mengungguli juara umum tahun lalu Thailand yang hanya mendulang 109 medali emas, 100 medali perak dan 120 medali perunggu. Bonus atas perolehan medali pun akan diberikan pemerintah kepada atlet, pelatih dan official. Total dana yang dikucurkan untuk bonus ini mencapai Rp150 miliar yang akan dibagikan tanggal 24 November 2011  kepada 478 atlet. Untuk medali emas diberikan bonus sebesar Rp200 Juta, perak 50 Juta dan perunggu Rp30 juta. Bonus untuk emas beregu diberikan sebesar Rp200 juta. Bonus yang diberikan kepada atlet belum termasuk bonus dari pemda (jika ada) dan bonus dari pengurus persatuan cabang olahraga. Bagi atlet yang memperoleh lebih dari satu emas, misalnya trianingsih, umar syarif yang memeperoleh tiga medali emas, ,maka uang bonus yang diterima sebanyak Rp600 juta atau setengah miliar lebih.


     Pada SEA Games XXVII tahun 2013 akan diselenggarakan di Myanmar, Indonesia menargetkan menjadi juara umum kembali. Walaupun hal ini cukup sulit karena jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan akan menyusut dibandingkan SEA Games di Indonesia, namun Indonesia harus tetap optimis karena prestasi pada beberapa cabang seperti atletik, renang dan panahan mengalami peningkatan. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games XXVI sebanyak kurang lebih 40 cabang olahraga. Dan untuk SEA Games XXVII akan dipertandingkan sekitar 28 cabang olahraga. Hal ini dilakukan karena keterbatasan venue olahraga di Myanmar.

Sumber : Wikipedia, Republika dll.