Thursday, 16 February 2012

Keutamaan & Amalan Hari Jum'at

Tags

Keutamaan & Amalan Hari Jum'at


Apa yang tersirat di benak Anda ketika mendengar 'Malam Jum'at Kliwon'? Seram dan menakutkan atau teringat film-film horor Suzanna (Julia perez mengklaim jadi titisannya)? Whatever you think, malam Jumat sering diidentikkan dengan hal-hal mistis. Bahkan, di suatu stasiun TV swasta, program mistis sengaja ditayangkan pada malam Jum'at. Padahal bila kita telusuri dalam khazanah keIslaman, malam dan hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri dibanding hari lainnnya. Paling tidak ada sepuluh keutamaan yang disebutkan dalam hadits shahih. Berikut ini beberapa keutamaan hari Jum'at.
  • Hari Raya Umat Islam
Menurut ahli bahasa, seperti Imam Nawawi, Jumat berarti 'berkumpulnya manusia'. Dalam bahasa Arab, kata Jumi’a atau Jum’ah artinya banyak atau berkumpul. Disebutkan dalam hadits bahwa umat Islam merayakan hari penuh keberkahan lebih dahulu dibandingkan agama lain, yaitu Islam hari Jumat, Yahudi hari Sabtu dan Nasrani hari Minggu.

نحن الآخرون السابقون يوم القيامة، بيد أنهم أوتوا الكتاب من قبلنا، ثم هذا يومهم الذي فرض عليهم فاختلفوا فيه فهدانا الله، فالناس لنا فيه تبع: اليهود غداً، والنصارى بعد غد
“Kami umat yang paling terakhir, namun paling pertama di hari kiamat dibanding ahli kitab sebelum kami. Hari ini (Jumat) adalah yang diwajibkan kepada mereka, namun mereka berselisih sedang kami mendapat hidayah dari Allah Swt. Akhirnya (hari raya) mereka mengikuti kami, orang Yahudi besok (Sabtu) dan Nasrani lusa (Minggu)”. 
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
  • Hari diciptakannya Nabi Adam
Nabi Adam alaihissalam diciptakan hari Jumat sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih,

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة، فيه خلق آدم، وفيه أدخل الجنة، وفيه أخرج منها، ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة
“Hari terbaik terbitnya matahari adalah hari Jumat, hari penciptaan Nabi Adam, hari masuk  dan keluar surga Nabi Adam, dan hari qiyamat tidak akan terjadi kecuali hari Jumat”. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
 
Hari Jum'at merupakan hari yang cukup istimewa bagi umat Islam karena hari Jum'at  merupakan hari paling mulia dan mempunyai keberkahan lebih dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.  Berikut ini amalan-amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan pada hari Jum'at :
 
1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW yang paling sederhana adalah mengucapkan doa dan mengingatnya dalam lisan dan ucapan kita. Pembacaan doa sholawat memiliki keutamaan, khususnya pada hari Jumat.  Rasulullah SAW bersabda : “ Maka perbanyaklah (sholawat) kepadaku pada hari (Jum’at) ini, sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku”. (H.R Abu Daud no.1047 hadits shahih).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.”
 
2. Mandi, Memakai wangi-wangian dan Pakaian yang Terbaik
Karena hari JUm'at merupakan hari yang dimuliakan, maka sangat wajar jika kita menyiapkan penampilan dan fisik untuk menyambut dan menghias kemuliaannya. Rasulullah SAW mempraktikkan sendiri bagaimana berpakaian  spesial di hari Jumat dan memerintahkan para sahabat untuk melakukannya juga. Selain pada hari Jum'at, keharusan menggunakan pakaian terbaik dan wangi-wangian dilakukan pula ketika kita akan memasuki mesjid. Hal dijelaskan dalam Al Quran dan Al Hadits.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mandi dan memakai wangi-wangian merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada Alloh SWT. Selain sebagai syiar hari raya,  mandi dan memakai wangi-wangian diharapkan akan menambah kekhusyukan dalam melakukan rangkaian ibadah sholat Jumat. Kita akan bisa membedakan dengan mudah, mana yang datang ke masjid dengan penuh kegembiraan dan persiapan dan mana yang datang dengan sederhana bahkan terkesan asal-asalan. Coba bandingkan ketika kita akan bertemu dengan manusia yang kita hormati, misalnya presiden, guru, mertua, rekan yang menyelenggarakan resepsi pernikahan dan lain-lain. Jika pakaian yang kita kenakan ke mesjid tidak lebih bagus dengan pakaian yang kita kenakan ketika akan bertemu mereka, maka kita sudah salah kaprah dalam mengamalkan adab berpakaian. Dengan melaksanakan amalan sunnah ini, mudah-mudahan kita akan diampuni segala dosa-dosa yang telah lalu. 
Rasulullah SAW bersabda :"Siapa yang mandi pada hari jum'at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum'at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudia ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum'at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum'at itu dan jum'at sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
 
4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid
Sebuah hadits tentang keutamaan mereka yang bersegera menuju masjid untuk menjalankan ibadah sholat Jumat, Dari Abu hurairoh berkata: Rosululloh telah bersabda: “Pada hari jum’at disetiap pintu mesjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu persatu orang yang hadir sholat jum’at sesuai dengan kualitas kedudukannya, Apabila imam datang/ naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu meraka bersiap-siap mendengarkan khutbah, perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedeqah ayam, dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur.” (H.R Bukhori no:929 Muslim no:850)

Maka di dalamnya ada anjuran dan keutamaan datang lebih awal, agar bisa mengkondisikan hati dan ruhiyah dalam menerima nasihat dan pelaksanaan ibadah sholat Jumat.
 
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

5. Beritikaf dan memperbanyak Sholat Sunnah sebelum Khotib naik mimbar
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.” [HR. Muslim]

6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah
“Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

8. Membaca Surat Al Kahfi
Di masyarakat kita, hari Jumat terkadang identik dengan pembacaan yasin. Hal ini sudah berlangsung sejak lama dan diyakini sebagai salah satu amalan utama di hari Jumat. Sesungguhnya riwayat pembacaan surat tertentu di hari atau malam Jumat memang beragam, namun salah satu yang paling kuat justru tidak menyebutkan surat Yasin, namun surat Al Kahfi. Dari hadits-hadits shahih yang ada, kita dianjurkan untuk membaca surat Al Kahfi pada  malam Jum’at atau siang hari di hari Jum’at.

Sebagaimana riwayat dari Abu saied bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa membaca surat al-kahfi pada hari jum’at, maka cahaya akan menyinarinya diantara dua jum’at”. 
(H.R al-Hakim  hadits shahih).
Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya). 

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

"Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at”[6]. Dalam lafazh lainnya dikatakan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).”

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك كتب في رق ، ثم طبع بطابع فلم يكسر إلى يوم 
 القيامة

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya dari tempat ia berdiri hingga Mekkah. Barangsiapa membaca 10 akhir ayatnya, kemudian keluar Dajjal, maka ia tidak akan dikuasai. Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia ucapkan: Subhanakallahumma wa bi hamdika laa ilaha illa anta, astagh-firuka wa atuubu ilaik (Maha suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku senantiasa memohon ampun dan bertaubat pada-Mu), maka akan dicatat baginya dikertas dan dicetak sehingga tidak akan luntur hingga hari kiamat.

9. Memperbanyak do’a di hari Jum’at
Pada hari Jum’at perbanyaklah berdo’a niscaya akan dikabulkan permintaan kita. Tetapi ingat, semua itu ada ketentuan dan peraturan yang berlaku yang harus dipatuhi untuk mendapatkan Keutamaan Hari Jum’at dan Shalat Jum’at.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jum’at lalu ia bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.
  • Waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”[10]. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.
  • Waktu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.
  • Waktu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. 
Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.
  • Menggabungkan semua pendapat yang ada. 
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

10. Memotong Kuku dan Mencukur Kumis
Sebagai tambahan kesempurnaan dalam menyambut hari raya pekanan Jumat yang mulia, hendaknya juga kita membersihkan diri kita dan menjalankan sunnah fitrah, diantaranya adalah memotong kuku dan mencukur kumis, khususnya sebelum pergi sholat Jumat.

 "Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari jum'at sebelum beliau pergi sholat jum'at. (HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).

Mungkin masih ada riwayat lain yang juga menyebutkan amalan sunnah lain di hari/malamJum'at, seperti bersedekah di hari Jumat atau 'membahagiakan' istri di hari Jumat. Semuanya mempunyai keutamaan tersendiri sebagaimana ditemukan dalam banyak riwayat. Setelah mengetahui ilmunya, kewajiban kita selanjutnya adalah mengamalkannya. Dalam Al Quran disebutkan bahwa amat besar murka Alloh kepada orang yang tahu ilmu agama, namun tidak melakukannya. Istilahnya 'JTNC' Just Talk, No Action.
 
*Semoga bermanfaat. Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar* 

Sumber :
http://rumaysho.com/
http://muslim.or.id/ (Penulis: Abu Abdirrohman Bambang Wahono)
http://www.indonesiaoptimis.com/2011/06/amalan-sunnah-hari-jumat.html
http://www.referensimuslim.com/2011/07/10-keutamaan-hari-jumat.html