Friday, 25 May 2012

Bahasa Sandi Tipar Sukabumi (Sandi Widal)

Bahasa Sandi "Tipar" Sukabumi (Sandi Widal)


[COPAS dari http:// bahasa.kompasiana.com/ 2012/01/10/ bahasa-sandi-tipar-sukabumi-sani-widal/

Pernah mendengar ungkapan “nyigun-nyigun wala yakpi?” ini bukan bahasa Arab, atau pernah mendengar kata-kata seperti berikut ; putiw, hupan, jedow, nyasug, soleng, bipeung? Hmm… apa sih? Ini adalah ungkapan atau kata-kata yang biasa digunakan masyarakat Sukabumi khususnya di Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi Jawa Barat. Bahasa tersebut adalah Bahasa Sandi Widal atau yang lebih dikenal dengan nama Basa Sani Widal, Widal sendiri berarti Tipar, bahasa khas daerah masyarakat Sukabumi Jawa Barat yang merupakan ragam bahasa sunda nonstandar yang digunakan dengan perubahan (Transformasi) pelafalan fungsi huruf sebenarnya. Bahasa sani atau widal ini bisa di sebut juga bahasa prokem atau bahasa slang dialek sunda, dimana perubahan pelafalan bentuk huruf pada konsonan. Misalnya, huruf B menjadi H, M menjadi N, dan ‘ng’ menjadi ‘ny’ dll. Diperkirakan bahasa sani ini berasal dari daerah Tipar Kota Sukabumi yang digunakan secara turun temurun dari orang tua sampai anak-anak Tipar saat ini masih mempergunakannya dala pergaulan sehari hari dengan bahasa dan dialek sunda sebagai medianya.

Konon sejak jaman perjuangan dulu dipergunakan untuk mengelabui musuh, kemudian ada pendapat juga yang mengatakan bahasa jawara dan preman yang bermukim di daerah tipar dan sekitar dengan daerah operasinya pasar.

di daerah lain seperti Malang dan Jogjakarta ada bahasa yang hampir sama dikenal dengan bahasa Walikan atau kebalikan namun berbeda dengan Malang dan Jogja, Basa Sani Widal punya rumus tersendiri

Rumus sederhananya seperti ini:
1. Untuk pelafalan huruf vokal (hidup) tetap, tidak terjadi perubahan kecuali berada di awal kata ditambah huruf "Ny" :
Huruf A tetap dibaca A jika di awal kata menjadi Nya
Huruf I tetap dibaca I jika di awal kata menjadi Nyi
Huruf U tetap dibaca U jika di awal kata menjadi Nyu
Huruf E tetap dibaca E jika di awal kata menjadi Nye
Huruf O tetap dibaca O jika di awal menjadi Nyo

2. Untuk pelafalan huruf Konsonan terjadi perubahan:
Huruf B menjadi huruf H
Huruf C menjadi huruf J atau Z ( huruf yang berbunyi mirip)
Huruf D menjadi huruf P, F, V ( huruf yang berbunyi mirip)
Huruf F menjadi huruf D
Huruf G menjadi huruf S
Huruf H menjadi huruf B
Huruf J menjadi huruf C
Huruf K menjadi huruf N
Huruf L menjadi huruf R
Huruf M menjadi huruf Y
Huruf N menjadi huruf K,Q, X ( huruf yang berbunyi mirip)
Huruf P menjadi huruf D
Huruf Q menjadi huruf N
Huruf R menjadi huruf L
Huruf S menjadi huruf G
Huruf T menjadi huruf W
Huruf V menjadi huruf D
Huruf W menjadi huruf T
Huruf X menjadi huruf N
Huruf Y menjadi huruf M
Huruf Z menjadu huruf C
Dalam Bahasa Sani Huruf yang berbunyi mirip
F dan V disamakan menjadi huruf P.
Q dan X disamakan menjadi huruf K karena kemiripan pelafalannya


3. Kata yang diawali huruf vokal ditambah dengan ‘NY’ pada awalannya:
Contoh :
Si Asep Loba duitna
menjadi
Gi nyaged roha putiwka

Isuk-isuk mandi arek indit ka sakola
menjadi
Nyigun-nyigun yakpi nyalen nyikpiw na ganora

untuk kata-kata tertentu seperti ‘DUIT” tidak menjadi PUNYIW tapi PUTIW ada sisipan T untuk memudahkan sepeterti DUIT yang dibaca DUWIT

4. Kata yang diawali huruf ‘NY’ berubah dengan ‘NG’ dan kebalikannya:
Contoh :
Ngaroko jeung Nginum kopi Ngeunah Pisan
Ngalono ceung Ngikuy nodi Nyeukab Digak ( untuk kasus tertentu tergantung enak pemakaiannya, perhatikan Ngeunah jadi Nyeukab, hehehe.. namanya juga prokem )

Sumber :
http://bahasa.kompasiana.com/2012/01/10/bahasa-sandi-tipar-sukabumi-sani-widal/
Awan T Ridwan www.artridwan.com dan cuap-cuap di @artridwan