Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nostalgia Dongeng Sunda Radio Mang Dina Mara - Ki Leuksa #Sundapride

Channel Youtube Getih Sunda

Sampurasun baraya Sunda di mana pun berada! Sebagai orang Sunda pasti rindu untuk mengenang masa-masa kecil di kampung bersama orang tua. Apalagi bagi baraya Sunda yang sedang melanglang buana, bekerja, kuliah atau tinggal di  luar Jawa Barat atau luar negeri. Salah satu hiburan berbau Sunda yang bisa mengobati rasa kangen itu, menurut saya dengan mengdengarkan kawih-kawih Sunda atau dongeng Sunda. Saya suka dongeng Sunda sejak sekolah dulu, mendengarkan di radio butut hehe... 

Ya, waktu SMA di salah satu radio di Sukabumi ada program dongeng sunda (dongsun). Hal yang unik dalam dongeng Sunda adalah keahlian pendongeng yang bisa membuat karakter suara beberapa tokoh yang mirip dengan aslinya. Pendongeng biasanya seorang bapak-bapak, tapi saat mendramatisasi tokoh wanita, suaranya berubah jadi wanita. Bahkan suara wanita muda dan nenek-nenek pun beda tone-nya. Sampai sekarang saya suka mendengarkan dongeng Sunda. Bedanya, kalau dulu harus nunggu jadwal tayang di radio, tapi kalau sekarang bisa kapan saja karena sudah ada di youtube dan spotify. 

Setahu saya, ada beberapa pendongeng Sunda yang sohor, di antaranya Mang Barna, Mang Jaya sareng Mang Dina Mara. Berhubung saya di Sukabumi, saya sering mendengar dongeng dari Mang Dina Mara. Awalnya saya mendengarkan di rasio SMS Fm. Saya pikir, dongeng Sunda berseri ini dibuat sudah lama. Ternyata eh ternyata, alhamdulillah Mang Dina Mara masih eksis sampai hari ini dan karya-karyanya bisa didengar di channel Youtube Getih Sunda. 

Yang buat saya kagum, menurut sesepuh di rumah (baca: orang tua), Mang Dina Mara ini sudah eksis mendongeng sejak dulu, sewaktu  orang tua saya sekolah SMP/SMA sekitar tahun 80 atau 70-an. Katanya, dongeng Mang Dina Mara selalu dinanti dan menjadi hiburan favorit kala itu.  Sampai-sampai, siswa SMA bawa radio ke kelas karena nggak mau ketinggalan dongeng Sunda. 

Zaman digital saat ini, dongeng Sunda masih eksis dan bisa didengar oleh banyak orang. Nggak cuma warga lokal di dalam jangkauan radio, saat ini siapa saja di seluruh dunia bisa mendengar dongeng Sunda karena hadir di Youtube dan platform online lain. Di Youtube Getih Sunda, pendengarnya bahkan ada yang dari Arab Saudi, Taiwan dan Hongkong.  


Judul Dongeng Sunda Mang Dina Mara

Apa sih yang bikin kecanduan dengerin dongeng Sunda? Kalau menurut saya, mendengarkan dongeng Sunda ini bisa dapat banyak pelajaran, mulai dari sastra Sunda, nasihat agama Islam, dan  bebas berimajinasi. Sebenarnya saya juga kadang nggak paham dengan beberapa kosa kata yang diucapkan Mang Dina Mara. Jadi, saya selalu nanya ke sesepuh atau googling. Misalnya kata "baha", "gulang-gulang", "curak-curak" dll. Alhasil bertambahlah kosa kata Sunda saya setiap mendengar dongeng sunda. Ada juga idiom atau pepatah-pepatah yang jarang dipakai dalam bahasa Sunda sehari-hari, yang keren kalau dibuat status WA hehe..Mungkin hal ini juga jadi hal yang membuat beberapa kalangan muda nggak suka dengerin dongeng Sunda karena mereka nggak paham sama alur ceritanya. Padahal kalau didengerin dari awal, dan punya basic bahasa Sunda, ceritanya seru banget! Istilahnya, teather of mind kita bermain, berimajinasi mengikuti deskripsi cerita sang pendongeng. 

Saya suka genre dongeng horor, salah satunya cerita "Si Pilon" atau cerita "Boeh" alias kain kafan. Ceritanya bagus, menggambarkan kembali kondisi zaman jadul dan cerita pesugihan. Apalagi saat lihat gambar thumbnail di youtube, ada gambar pocong sama mata melotot ala Suzanna, bikin penasaran. Ada juga cerita bertemakan sejarah kerajaan seperti Galura Laut Kidul, dan cerita sehari-hari yang bikin rindu suasana kampung. 

Ki Leuksa Sang Pengarang

Mang Dina Mara

Supaya nggak penasaran, saya tampilkan foto sang pengarang cerita yaitu Ki Leuksa, dan pembaca dongeng Sunda fenomenal Mang Dina Mara. By the way, suara mang Dina Mara ini memang top markotop. Tone suara sebagai pendongengnya deep banget, nge-bass abis, tapi saat jadi perempuan juga mirip perempuan banget. Saat menjadi tokoh yang berwibawa juga beda lagi. Gaya bicara beliau sopan, pas, nggak bikin risih pendengar. Semoga beliau-beliau diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki, terus berkarya menghibur baraya Sunda di mana  pun berada. 

"Wilujeng Ngadangukeun Pamiarsa"

  

Posting Komentar untuk "Nostalgia Dongeng Sunda Radio Mang Dina Mara - Ki Leuksa #Sundapride"