Monday, 26 December 2011

ASEAN Para Games VI : The Game Of Incredible Athlete


 ASEAN Para Games VI : The Game Of Incredible Athlete


Berawal Dari Kota Roma (Diambil dari situs Asean Para Games)
Pesta olahraga bagi penyandang cacat (disabilitas) se-Asia Tenggara atau ASEAN Para Games dimulai dari Paralimpiade. Paralimpiade adalah sebuah pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral. Cacat ini termasuk dalam ketidakmampuan dalam mobilitas, cacat karena amputasi, gangguan penglihatan dan mereka yang menderita cerebral palsy.

Paralimpiade diselenggarakan setiap empat tahun, setelah Olimpiade, dan diatur oleh Komite Paralimpiade Internasional (IPC). (Paralimpiade sering juga disalahartikan sebagai Olimpiade Khusus, yakni hanya untuk orang-orang yang mengalami cacat intelektual.)
Sejarah
Paralimpiade bermula dari ide besar Sir Ludwig Guttmann. Dia menyelenggarakan sebuah pertandingan olahraga pada 1948 yang kemudian dikenal sebagai Pertandingan Stoke Mandeville, yang melibatkan para veteran Perang Dunia II yang menderita cacat saraf tulang belakang. Pada 1952, peserta dari Belanda ikut dalam pertandingan ini sehingga memberikan warna baru sebagai ajang internasional pada gerakan tersebut.
Pertandingan pertama seperti Olimpiade untuk para atletnya diselenggarakan di Kota Roma, Italia, pada 1960 dan secara resmi disebut Pertandingan Internasional Tahunan Stoke Mandeville Ke-9. Pertandingan ini dianggap sebagai Paralimpiade yang pertama.

Paralimpiade Musim Dingin pertama diselenggarakan di Örnsköldsvik, Swedia, pada 1976. Nama Paralimpiade diambil dari bahasa Yunani yakni "para" ("di samping" atau "berdampingan"). Kata tersebut merujuk kepada suatu kompetisi yang diselenggarakan paralel dengan Olimpiade. Nama ini tidak ada hubungannya dengan paralisis atau paraplegia.

Sejak 1988, Paralimpiade Musim Panas telah diselenggarakan bersamaan dengan Olimpiade di kota tuan rumah yang sama. Praktik ini diambil pada 1992 untuk Paralimpiade Musim Dingin yang kemudian menjadi kebijakan resmi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) setelah kesepakatan 19 Juni 2001.

Pertandingan Paralimpiade dilaksanakan tiga minggu setelah penutupan Olimpiade, di kota tuan rumah yang sama dan menggunakan fasilitas yang sama pula. Kota-kota yang mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade harus mengikutsertakan Paralimpiade dalam penawaran mereka. Biasanya kedua pertandingan itu kini dikelola oleh komite pelaksana yang sama.

Pada Paralimpiade Atlanta 1996 para atlet yang menderita cacat intelektual untuk pertama kalinya diizinkan ikut serta. Namun setelah terjadinya kecurangan pada Paralimpiade Sydney 2000, yang diikuti oleh atlet-atlet yang tidak cacat di tim cacat intelektual bola basket Spanyol, atlet-atlet tersebut akhirnya dilarang ikut serta oleh IPC.

Setelah kampanye antikorupsi, Federasi Internasional untuk Penderita Cacat Intelektual (INAS-FID) melobi agar para atlet ini diizinkan ikut serta lagi. Sejak 2004, para atlet yang menderita cacat intelektual mulai diintegrasikan kembali dalam nomor-nomor pertandingan Paralimpiade, meski mereka tetap dilarang ikut dalam Paralimpiade. IPC telah menyatakan bahwa organisasi itu akan mengevaluasi kembali partisipasi mereka setelah Paralimpiade Beijing 2008.

Lokasi Paralimpiade Musim Panas
Tahun Games Tuan rumah Negara
1960 I Roma Italia
1964 II Tokyo Jepang
1968 III Tel Aviv Israel
1972 IV Heidelberg Jerman Barat
1976 V Toronto Kanada
1980 VI Arnhem Belanda
1984 VII Stoke Mandeville New York Britania Raya
Amerika Serikat
1988 VIII Seoul Korea Selatan
1992 IX Barcelona Spanyol
1996 X Atlanta Amerika Serikat
2000 XI Sydney Australia
2004 XII Athena Yunani
2008 XIII Beijing Republik Rakyat Cina
2012 XIV London Britania Raya

Sementara itu cabor yang sudah dijadikan program Paralimpiade Musim Panas adalah : anggar kursi roda, angkat berat, atletik (lintasan dan lapangan), balap sepeda, berkuda, boccia, bola basket kursi roda, bola gawang, bola voli (duduk), dayung, dan judo. Kemudian layar, menembak, panahan, renang, rugby kursi roda (alias bola bunuh), sepak bola dengan 5 pemain, sepak bola dengan 7 pemain, tenis kursi roda, serta tenis meja.

Lokasi Paralimpiade Musim Dingin
Tahun Games Tuan rumah Negara
1976 I Örnsköldsvik Swedia
1980 II Geilo Norwegia
1984 III Innsbruck Austria
1988 IV Innsbruck Austria
1992 V Albertville Perancis
1994 VI Lillehammer Norwegia
1998 VII Nagano Jepang
2002 VIII Salt Lake City Amerika Serikat
2006 IX Torino Italia
2010 X Vancouver Kanada

Berbeda dengan Paralimpiade Musim Panas, untuk Paralimpiade Musim Dingin jumlah cabor yang dipertandiingkan lebih sedikit. Cabor yang dimaksud adalah : ski alpen, hoki sledge es, ski nordik, dwilomba, ski lintas alam, dan wheelchair curling.
Kategori Cacat
* Amputasi: Atlet yang kehilangan sebagian atau seluruhnya dari salah satu anggota badannya.
* Cerebral Palsy: Orang yang menderita kerusakan otak non-progresif, misalnya cerebral palsy, kerusakan otak traumatis, stroke atau masalah serupa yang memengaruhi kontrol ototnya, keseimbangannya atau koordinasinya.
* Cacat intelektual: Atlet yang mengalami cacat yang signifikan dalam fungsi intelektualnya sehubungan dengan perilaku adaptifnya. Saat ini kategori ini dibekukan.
* Kursi roda: Bagi semua atlet yang mengalami cacat saraf tulang belakang dan cacat lainnya yang mengharuskan mereka bertanding dengan menggunakan kursi roda. Para atlet ini sekurang-kurangnya harus kehilangan 10 persen dari fungsi kaki mereka.
* Cacat penglihatan: Para atlet yang mengalami cacat penglihatan dari penglihatan yang sebagian (cukup untuk dinilai buta secara hukum) hingga buta total.
* Les Autres (bahasa Perancis): yang berarti untuk lain-lain dan mencakup para peserta yang mengalami cacat mobilitas atau kehilangan fungsi fisik lainnya yang tidak tergolong pada salah satu dari kelima kategori lainnya. Misalnya, hambatan pertumbuhan, sklerosis berganda atau cacat sejak lahir pada anggota badannya seperti yang disebabkan oleh thalidomide.
Kategori-kategori para penyandang cacat tersebut berlaku baik untuk Paralimpiade Musim Panas maupun musim dingin.

Asean Para Games



ASEAN Para Games (APG) adalah kompetisi olahraga dua tahunan khusus untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik yang diadakan setelah SEA Games. Even yang diikuti oleh 11 negara yang terletak di Asia Tenggara ini mengikuti konsep dari Paralimpiade.

Negara peserta APG merupakan para anggota ASEAN. Yakni Thailand, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste dan Vietnam. APG dibawah pengawasan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Tuan rumah penyelenggaraan ajang ini sama dengan negara penyelenggara SEA Games. APG untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 25-30 Oktober 2001. Tampil sebagai juara umum saat itu adalah Malaysia.

Namun, Thailand telah mencatat sejarah terbaik dengan empat kali berturut-turut sebagai juara umum. Masing-masing di Hanoi, Vietnam, pada 2003, Manila, Filipina (2005), Nakhon Ratchasima, Thailand (2008), dan Kuala Lumpur, Malaysia (2009).


ASEAN Para Games VI 2011 Solo, Indonesia
 

ASEAN Para Games VI 2011 merupakan ajang pesta olahraga bagi paralympia (kaum difabel) se-ASEAN. Pada tahun 2011, ajang ini  digelar di Kota Solo dengan diawali Kirab Budaya Obor ASEAN Para Games pada hari Rabu, 14 Desember 2011 dan dibuka oleh wapres Budiono pada Kamis, 15 Desember 2011. Asean Para Games VI  dijadwalkan akan berlangsung hingga 20 Desember 2011.

Cabang yang dipertandingkan pada ASEAN Para Games VI di Solo diantaranya : 

1. Angkat Berat (Power Lifting)



2. Tenis Kursi Roda (Wheel Chair Tennis)

Atlet Tenis Kursi Roda 

Atlet Tenis Kursi Roda Indonesia di Asean Para Games

3. Tenis Meja (Table Tennis)

Atlet Tenis Meja Para Games

Atlet Tenis Meja Para Games
 4. Atletik (Athletic)

Atletik Asean Para Games Putra
Atletik Asean Para Games Putri

5. Bola Voli Duduk (Sitting Voleyball)

Bola Voli Duduk Putri


Bola Voli Duduk Putra

6. Bowling

Atlet Bowling Asean Para Games Singapura

7. Goal Ball

Atlet Cabor Goal Ball Indonesia

Goal Ball

8. Renang (Swimming)

Atlet Renang Asean Para Games

Renang Asean Para Games

9. Catur (Chess)

Cabang Olahraga Catur Asean Para Games

10. Panahan (Archery)

Cabang Olahraga Panahan Asean Para Games

11. Bulutangkis (Badminton)

Badminton Asean Para Games

Badminton Asean Para Games

Pada Asean Games VI ini, Thailand kembali mengukuhkan diri menjadi juara umum dengan perolehan medali emas sebanyak 126 medali, 96 medali perak dan 73 medali perunggu dengan total perolehan medali sebanyak 295 medali. Indonesia menempati posisi kedua dengan 113 medali emas, 108 medali perak dan 89  medali perunggu (total 310 medali.) Ditempat ketiga diduduki Malaysia dengan 51 medali emas, 36 medali perak dan 45  medali perunggu dengan total medali sebanyak 132 medali. Asean Para Games VI ini dikuti sebelas negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines, Singapore, Vietnam, Cambodia, Brunei Darussalam, Myanmar, Timor Leste dan Laos (Lao PDR). 

Lebih dari 200 rekor baru tercipta di ASEAN Para Games (APG) VI/2011 yang berlangsung di Kota Solo. Rekor-rekor baru ini tersebar di berbagai cabang olahraga, yakni renang, atletik, dan angkat berat. Sebanyak 302 rekor baru telah dipecahkan atlet-atlet ASEAN Para Games selama lima hari pertandingan, yaitu sejak 15 Desember lalu. Presiden ASEAN Para Sports Federation Dato' Zainal Abu Zarin mengatakan, banyaknya rekor yang dipecahkan menunjukkan kekuatan dan determinasi atlet difabel.

Ketika melihat atlet-atlet difabel bertarung (walaupun melalui foto), membuat saya malu dan sangat bersyukur kepada Alloh SWT. Kadang kita sering mengeluh karena hal-hal kecil dan lupa mensyukuri anugerah yang kita peroleh. Padahal, di lain pihak, masih ada saudara-saudara kita yang memiliki kesulitan lebih berat. Mereka (para atlet difabel) diberikan keterbatasan, namun mereka mampu membuktikan bahwa mereka mempunyai kemampuan yang sama dengan atlet lain bahkan melebihi orang yang memiliki fisik sempurna. Kegigihan untuk berprestasi, tidak mudah menyerah dalam keterbatasan merupakan sebuah teladan bagi kita semua.  Semoga atlet-atlet difabel Indonesia dapat berjaya di kancah Internasional yang lebih tinggi seperti Paralimpiade.


Selamat kepada para pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Asean Para Games VI di Solo. Teruslah berjuang dan berlatih agar mencapai prestasi yang lebih tinggi. You're a hero and  precious person. Yakinlah, dibalik kekurangan terdapat kelebihan yang berharga nilainya. 


Sumber :
http://www.paragames-2011.com/index.php/serba-serbi/226-sejarah-asean-para-games
http://sports.okezone.com/read/2011/12/20/43/544623/voli-duduk-putra-rebut-perunggu
htttp://www.antaranews.com
http://olahraga.kompas.com/read/2011/12/21/00272874/302.Rekor.Pecah.di.ASEAN.Para.Games