Sunday, 1 April 2012

Kampung Inggris Pare : Siapa Bilang Orang Kampung Nggak Bisa Bahasa Inggris

Kampung Inggris Pare - Jawa Timur
'Siapa Bilang Orang Kampung 
Nggak Bisa Bahasa Inggris'


Ketika mendengar kata “Kampung Inggris” sepintas mungkin kamu akan berpikir bahwa ini adalah sebuah kampung dimana tinggal orang-orang bule yang selalu berbicara bahasa Inggris dimana-mana. Atau mungkin terbayang kalau semua orang dari anak kecil sampai orang tua, dari tukang bakso sampai tukang soto cas cis cus ngomong bahasa Inggris. Setidaknya seperti itulah yang banyak diberitakan di media massa baik cetak maupun elektronik. Beberapa benar, namun tidak semua pemberitaan tersebut sesuai kenyataan, bahkan ada yang terkesan dilebih-lebihkan. Semoga postingan awal ini bisa memberikan kamu gambaran lengkap mengenai keadaan yang sebenarnya dari Kampung Inggris, bagaimana sejarahnya dan meluruskan beberapa anggapan yang keliru.

Okay, kita mulai dari nama “Kampung Inggris”. Nama ini sebenarnya bukan nama formal dari sebuah desa. Ini hanyalah sebutan atau julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa Singgahan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah perkampungan kecil yang damai, sejuk dan jauh dari keramaian kota. Perlu ditegaskan, orang-orang yang tinggal disini adalah murni orang Indonesia tulen (Aku cinta Produk Indonesia). Jadi, Kampung Inggris bukannya kampung tempat tinggal orang bule. Ya mungkin ada sih satu atau dua orang bule disana. Tapi kayaknya cuma numpang lewat deh. Kalo pun ada orang bule yang tinggal disana, ya mungkin itu sudah “bule” dari sononya (alias keturunan). Yang pasti, mitos, anggapan, berita atau apalah namanya yang menyebutkan bahwa kampung ini adalah tempat hunian para bule, itu salah.

Namun julukan yang diberikan pada kampung ini juga bukan tanpa alasan karena konon ceritanya di kampung ini semua orang berbicara bahasa Inggris. Tapi bukan karena bahasa Inggris adalah native language (bahasa asli) mereka, melainkan karena penduduk di sana lebih banyak  bisa berbicara bahasa Inggris. Di Kampung ini memang terdapat banyak sekali tempat kursus bahasa Inggris. Sampai pertengahan tahun 2011, tercatat terdapat sekitar 100 Lembaga Kursus beroperasi di Kampung Inggris. Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya lembaga kursus tersebut maka tak heran kalau banyak orang bicara bahasa Inggris dimana-mana, yang tak lain dan tak bukan adalah murid/guru dari lembaga – lembaga kursus di sana.

Bagaimana ceritanya sebuah perkampungan kecil ini bisa menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia? Semuanya berawal dari didirikannya lembaga kursus yang bernama BEC (Basic English Course) oleh seorang penduduk pendatang yang bernama Pak Kallen (Mr Kallen). Sekalipun namanya seperti nama orang bule, tetapi dia orang Indonesia asli lho..

BEC (Basic English Course) Pare
Pada awal berdirinya fasilitas yang dimiliki sangat terbatas, karena hanya berlokasi di teras masjid yang diperuntukkan untuk anak-anak desa yang kurang menguasai bahasa Inggris. Selanjutnya tempat belajar pindah ke rumah-rumah yang membolehkannya mengajar, sampai akhirnya memiliki gedung sendiri. Begitulah perjuangan Pak Kallen yang konsisten dan pantang menyerah mengajarkan Bahasa Inggris  sehingga mengantarkan BEC menjadi sangat terkenal dan diakui kualitas lulusannya. Hal inilah yang mengundang banyak pendatang dari se-antero nusantara untuk belajar bahasa Inggris di sana. Sampai-sampai tidak ada tempat lagi di BEC untuk menampung para calon murid tersebut.

Nah, dari sinilah mulai “berkembangbiak” beberapa lembaga kursus baru untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Beberapa lulusan BEC tetap mengajar disana dan beberapa yang lain mendirikan lembaga kursus sendiri. Lembaga kursus yang didirikan pun semakin bervariasi dari segi waktu, spesialisasi program, metode serta biayanya. Akan tetapi, tidak semua lulusan BEC memilih untuk mengajar dan mendirikan kursusan sendiri. Ada juga yang buka warung, jualan bakso, dagang soto, membuka tempat fotokopi dll. Dan mereka semua bisa berbahasa Inggris. Mungkin dari sinilah asal cerita bahwa “bahkan tukang bakso sampai tukang soto pun bisa berbahasa Inggris”.

Liburan Sambil Belajar di Kampung Inggris Pare Jawa Timur
Seperti pada musim liburan yang sudah-sudah, di musim liburan Kampoeng Inggris kali ini pun banjir peserta kursus, baik lembaga kursus besar maupun kecil semuanya PENUH. Bukan hanya lembaga kursus yang penuh, kost dan asrama/camp pun sudah tak mampu lagi menampung peserta kursus di periode 25 desember ini. Peserta kursus pada periode masuk 25 Desember ini rata-rata adalah usia anak sekolah SD-SMP-SMA dan hanya sebagian kecil yang sudah mahasiswa. Peserta mahasiswa biasanya ramai pada bulan Januari.

Hal umum yang terjadi saat musim liburan seperti ini adalah banyaknya pelajar yang tidak memperoleh tempat, baik tempat kost maupun lembaga kursus karena sudah penuh. Mereka itu umumnya tidak mengerti kalau pada musim liburan, wajib booking tempat sebelum datang ke Pare agar mendapat tempat sesuai yang yang diharapkan. Untuk itu bagi anda yang berencana belajar di Pare pada periode 10 Januari dan 25 Januari sebaiknya persiapkan diri Anda. Segera pastikan Anda sudah mendapat tempat, baik kost/asrama maupun lembaga kursus. Saran PIKIP (semacam nama lembaga Kursus di sana red.) sebaiknya jangan nekat memaksa datang kepare sebelum memperoleh kepastian ketersediaan tempat. Kalau tidak Anda bisa pulang dengan gigit jari.

Tips dari PIKIP “sebulan atau minimal 2 minggu sebelum ikut kursus di Pare sebaiknya booking tempat dulu. Pastikan terlebih dahulu mendapat tempat tinggal. Setelah itu pastikan lembaga dan program yang anda inginkan masih tersedia dan lakukan pembayaran saat tempat dinyatakan ada karena kalau tidak bayar tempat yang anda pesan bisa diambil orang lain. Tempat yang sudah dibayar dinyatakan sah booking”. 

Untuk membooking tempat anda bisa datang langsung ke Pare, titip ke taman atau saudara. Jika punya teman atau saudara di Pare, bisa juga mengunakan jasa pendaftaran seperti Duta Pare atau PPKK. Selain itu Anda sebaiknya juga mempersiapkan tiket kendaraan menuju pare, karena di musim liburan seringkali tiket sudah habis beberapa hari sebelum hari H. Semoga tips dari PIKIP ini bisa bermanfaat, pastinya persiapkan segala sesuatunya dengan baik jika hendak ke kampung inggris di musim liburan seperti ini.

Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan untuk bisa menguasai bahasa inggris jika kursus di Kampung Inggris? 
Sebuah pertanyaan yang sangat sering diutarakan oleh calon peserta kursus kampung inggris yang sebelumnya sudah pernah kursus di tempat lain (bahkan banyak juga yang sudah pernah kursus di lembaga-lembaga ternama) namun belum kunjung berhasil menguasai bahasa Inggris sesuai yang di harapkan.

Untuk bisa menguasai kemampuan dasar atau level basic biasanya rata-rata peserta kursus memerlukan waktu sekitar 1 bulan dengan fokus mengambil program grammar atau speaking saja. Artinya jika kamu ingin menguasai kemampuan dasar bahasa inggris untuk speaking dan grammar sekaligus maka membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Jika ingin lebih Jago, kamu bisa mengambil program kursus yang berdurasi minimal 3 bulan atau bahkan yang minimal 6 bulan. Pada tahap ini kamu bisa mulai memperbanyak variasi dan level program yang diambil. Misalnya jika pada bulan pertama kamu fokus membentuk dasar speaking, sekarang kamu bisa mulai menambah grammar, pronounciation, public speaking, translate dll. Idealnya semakin lama kamu belajar dan semakin terintegrasi program yang kamu ambil maka semakin baik pula hasil yang kamu peroleh.

Umumnya peserta kursus di Kampung Inggris Pare sudah cukup mahir menguasai bahasa Inggris hanya dengan belajar selama 3 bulan saja dan cukup matang jika belajar selama 6 bulan. Dan menjadi master hanya dengan menempuh pendidikan selama 9 bulan. Namun tentu saja ini juga tergantung dari individu dan kesungguhan masing-masing dalam belajar bahasa inggris.

Sumber :
  • http://kampoenginggris.com
  • http://kampung-inggris.com