Friday, 7 September 2012

Punya BB Tapi Nggak Punya Pulsa?? What The …

Alkisah, waktu itu saya mau berangkat ke Bandung. Dalam perjalanan (lagi naik angkot) ternyata sudah ada dua ababil (abege labil) duduk di dalam angkot. Awalya saya nggak terlalu merhatiin dua anak gadis itu. Tapi setelah dilihat-lihat, ternyata dandanan mereka lumayan unik. Abege usia sekitar 14-15 tahunan ini memakai baju ala-ala rapper, celana dan baju gombrang (longgar), topi dipakai miring ke samping (* sambil bilang '”whats up brow” haha…). That’s why I called them labile Teens.
Like others teens nowsday, mereka ng-autis sendiri-sendiri sambil melototin gadget masing-masing. Abege yang pertama asyik dengan handphone androidnya dan yang kedua asyik melototin ponsel blackberry nya, a.k.a BB. Kalau dilihat dari gaya pakaian dan ngomongnya sih, dua anak ini agak-agak tomboy.


Lalu, terjadilah obrolan, yang kurang lebih kayak gini.
Ababil 1  : Ternyata yang namanya Dera itu nggak semuanya cantik ya, itu si Dera xxxx jelek. Hahaha…
Ababil 2 : Iya ya… (Ingat walaupun lagi ngobrol, tangan mereka nggak lepas dari ponsel masing-masing)
Ababil 2 : Eh, minta nomor hape kamu dong?
Ababil 1 : 08xxxxxxxxxx
Ababil 2 : sekalian pin BB mu juga?
Ababil 1 : 7sxxx sekian..sekian…. Tapi nggak AKTIF, SOALNYA NGGAK PUNYA PULSA.

Jleb..hahaha pengen ketawa sekaligus miris sih. Dengan usia mereka yang masih muda, mereka sudah dimanjakan dengan kecanggihan teknologi. Memang nggak ada yang salah dengan zaman teknologi saat ini, setiap orang mempunyai hak untuk memiliki dan menikmati era modern saat ini. Tapi di sisi lain, kadang beberapa anak rela melakukan apapun termasuk melawan orang tuanya, demi sebuah gadget impian mereka.

Lucu, karena fungsi utama BB kan lebih didominasi dengan fitur BBM (Blackberry Messenger), artinya kebanyakan orang membeli BB karena membutuhkan fitur BBM tadi. Jadi, kalau beli BB, tapi paket blackberry nya nggak dipakai, lalu buat apa? kalau cuma buat nelpon atau sms mending pakai handphone biasa aja kan?. Saya nggak men-judge dua abege tadi lo dengan statement di atas, coz saya nggak tahu persis alasan ababil 1 nggak punya pulsa. Cuma saya merasa tergelitik aja kalau ada yang punya BB tapi cuma dipakai buat SMS atau nelpon aja.

Lebih jauh lagi, pangsa pasar Blackberry di Indonesia masih cukup besar. Sebuah data pernah menyebutkan 40%-50% pasar masih didominasi oleh handphone besutan RIM ini (data tersebut bisa saja tidak valid). Mungkin hal ini terjadi karena faktor ‘lingkaran setan’ BB atau gengsi-gengsian anak muda masa kini. Maksud Lingkaran setan di sini adalah dikarenakan jumlah pengguna BB di Indonesia sudah banyak dan karena ada fitur BBM, maka orang-orang cenderung memilih BB sebagai alat komunikasi mereka karena sebagian keluarga/teman/rekanan mereka menggunakan BB pula. Kalau karena alasan gengsi, kayaknya nggak usah dibahas.

“Ketika Orang Tua Membanting Tulang Mencari Sesuap Nasi. Si Anak Membanting Apa saja Demi Mendapatkan BB Baru” Damn, its true.